Kodam IX/Udayana Gelar Kegiatan Komsos Strategis: Cegah dan Tangkal Radikalisme serta Separatisme

Denpasar– Kodam IX/Udayana menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa melalui penyelenggaraan Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bertajuk "Cegah dan Tangkal Radikalisme/Separatisme di Jajaran TNI AD TA 2025". Acara ini berlangsung di Aula Supardi Makodam IX/Udayana, Jl. Udayana No. 1 Denpasar, pada Kamis (13/11/2025), dan menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat serta generasi muda terhadap ancaman disintegrasi nasional. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasdam IX/Udayana, Letkol Inf. Yuliansa Fitra, ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari masyarakat Desa Dauh Puri Kangin dan Desa Kasiman, serta perwakilan mahasiswa dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Universitas Warmadewa, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Institut Seni Indonesia Denpasar, STIKOM Bali, Universitas Terbuka Denpasar, beserta siswa dari SMKN 5 Denpasar dan SMAN 2 Denpasar. Melalui diskusi interaktif dan penyampaian materi edukatif, acara ini bertujuan membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyebaran paham radikal dan separatisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Dalam sambutannya, Letkol Inf. Yuliansa Fitra nenyampaikan pentingnya sinergi antara TNI AD dan masyarakat sipil. "Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tapi investasi jangka panjang untuk generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa bersama-sama menangkal segala bentuk ancaman yang memecah belah persatuan kita," ujarnya. Peserta antusias berpartisipasi, dengan sesi tanya jawab yang hidup membahas isu-isu aktual seperti pengaruh media sosial dalam penyebaran radikalisme. Acara ini diakhiri dengan foto bersama, menegaskan tekad semua pihak untuk menjaga harmoni sosial di Bali dan sekitarnya. Kegiatan Kodam IX/Udayana ini mencerminkan peran aktif TNI dalam pembangunan karakter bangsa, sejalan dengan visi TA 2025 yang lebih inklusif dan aman. Kehadiran perwakilan masyarakat dan pelajar menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme bukan hanya tugas militer, tapi tanggung jawab bersama untuk masa depan Indonesia yang bersatu. (Pendam IX/Udy)